ageninfinesse.net/ | Kanker Darah atau leukemia; Gejala, Penyebab, Cara mencegah dan Pengobatannya – Kanker darah atau leukemia adalah penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit kanker darah / leukemia ini menyerang siapa saja tanpa batasan umur. Namun sering kita jumpai penderita penyakit kanker darah atau leukemia ini adalah anak – anak. Banyak anak – anak meninggal yang diakibatkan oleh penyakit yang satu ini. Sehingga sudah menjadi keharusan kita sebagai orang tua untuk mengantisipasi penyakit kanker darah agar tidak menyerang keluarga kita. 
 
Kanker darah atau leukemia merupakan penyakit yang menyerang sel darah putih. sel – sel darah putih ada dalam tubuh untuk berfungsi melindungai tubuh dari penyakit. Sel darah putih tersebut dihasilkan oleh sum sum tulang belakang. Kata leukemia sendiri memiliki arti darah putih, karena pada penderitanya banyak ditemukan sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang berjumlah banyak tersebut adalah sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang tinggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.
Cara Mencegah Kanker Darah atau leukemia

Jenis – jenis Kanker Darah atau Leukemia

Berdasarkan kecepatan perkembanganya kanker darah dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu akut dan kronis. Kanker darah akut dapat berkembang dengan sangat cepat dikarenakan penambahan jumlah sel darah putih yang tidak normal atau sel yang belum matang, sehingga tidak bisa berfungsi secara normal. Pertumbuhan ini sangat pesat dan juga penyebarannya ke dalam aliran darah. 
 
Sedangkan, kanker darah kronis berkembang dengan berlahan-lahan dan dalam jangka panjang. Sel darah putih yang seharusnya mati akan tetap hidup dan menumpuk dalam aliran darah, sumsum tulang, serta organ-organ lain yang terkait. Sel-sel tersebut lebih matang sehingga dapat berfungsi dengan baik untuk beberapa saat.
 
Kanker darah juga dapat dikategorikan menurut jenis sel darah putih yang diserang. Kanker darah yang menyerang sel-sel limfa disebut dengan leukemia limfotik. sedangkan kanker darah yang menyerang sel-sel mieloid disebut leukemia mielogen.
 
Berdasarkan dua pengelompokan di atas, maka dapat kita bagi menjadi empat jenis kanker darah yang paling sering terjadi. Berikut adalah penjelasan untuk masing-masing jenisnya.
 
Leukemia limfotik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL)
 
ALL dapat menghambat fungsi  limfosit sehingga pengidapnya berpotensi mengalami infeksi serius. Kanker darah ini umumnya diidap oleh anak-anak, tapi bisa juga menyerang dewasa.
 
Leukemia limfotik kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL)
 
CLL umumnya baru terdeteksi pada stadium lanjut karena pasien cenderung tidak merasakan gejala-gejalanya untuk waktu yang lama. Jenis kanker darah ini hanya dialami oleh orang dewasa. 
 
Leukemia mielogen akut atau acute myelogenous leukemia (AML)
 
Kanker ini akan membentuk sel-sel mieloid yang tidak sempurna dan dapat menyumbat pembuluh darah. Merupakan jenis kanker darah yang umumnya menyerang dewasa. Tetapi AML juga dapat diidap oleh anak-anak serta remaja. 
 
Leukemia mielogen kronis atau Chronic myelogenous leukemia (CML)
CML memiliki dua tahap. Pada tahap pertama, sel-sel abnormal akan berkembang secara perlahan-lahan. Ketika memasuki tahap kedua, jumlah sel-sel abnormal akan bertambah dengan pesat sehingga akan menurun secara drastis. Jenis kanker darah ini kebanyakan diderita oleh orang-orang dengan usia di atas 20 tahun. 

Gejala Kanker darah atau Leukemia

Ciri – ciri penderita kanker darah atau leukimia sangatlah bermacam – macam, tergantung dengan jenis dari kanker darah tersebut. Namun secara umum dapat diketahui melalui beberapa tanda yang hampir sama pada penderita leukemia ini. Berikut gejala dari kanker darah yang perlu anda ketahui agar anda dapat menentukan langkah yang benar untuk menanganinya;
 
1. Rasa nyeri dipersendian
 
Jika anda sering merasa nyeri di persendian dan tulang belakang Anda maka dapat dimungkinkan Rasa nyeri yang Anda rasakan bisa jadi dikarenakan oleh sumsum tulang belakang yang digerogoti oleh kanker.
 
2. Demam dan menggigil
 
Penderita kanker darah atau leukimia akan mengalami demam dan menggigil sebagai reaksi dari nyeri di bagian perutnya. nyeri tersebut diakibatkan oleh sel darah putih berjumlah sangat banyak yang terkumpul di area ginjal, hati dan empedu yang membengkak dan terasa nyeri. 
 
3. Berat badan menurun drastis
 
Gejala kanker darah selanjutnya adalah berat badan yang menurun secara drastis dan tiba-tiba. Hal ini dikarenakan penyakit kanker darah yang sudah menyerang anda. Lebihbaiknya anda periksa ke dokter.
 
4. Infeksi
 
Sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari zat asing akan tidak berfungsi sehingga seseorang yang terkena Kanker darah akan memiliki tanda berupa tubuh yang mudah terkena infeksi.
 
5. Laporan darah yang abnormal
 
Memeriksakan kondisi darah anda secara rutin ke dokter atau rumah sakit dapat mengetahui apakah darah anda normal atau tidak. Jika sel darah putih dan sel darah merah tidak normal dalam perhitungan medis. maka sesegera mungkin untuk melakukan penanganan. Karena dapat dimungkinkan anda sudah terkena kanker darah atau leukemia
 
6. Lemas dan sering lelah
 
gejala awal kanker darah yang mungkin bisa dirasakan adalah rasa lemas dan sering lelah. Meskipun anda tidak melakukan kerja berat dan sudah istirahat yang cukup maka sebaiknya anda datang ke dokter untuk melakukan penanganan
 
7. Bintik merah di kulit
 
Munculnya bintik merah di kulit sering kali dianggap sebagai reaksi alergi terhadap sesuatu di tubuh penderita. Padahal, hal tersebut dapat dijadikan tanda awal kanker darah yang bisa diamati. Pada pasien kanker darah, sel darah yang berfungsi sebagai agen pembekuan darah tidak memproduksi dengan baik. sehingga tubuh pasien akan mengalami pendarahan di jaringan kulit yang tampak seperti bintik merah pada kulit.
 
8. Pembengkakan kelenjar getah bening
 
ciri – ciri kanker darah berikutnya adalah terjadi pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala ini akan disertai demam, lemas, mual dan hilangnya nafsu makan. 
 
9. Sering mimisan
 
Mimisan adalah kejadian pendarahan pada hidung. Bagi orang normal, mimisan akan biasa terjadi karena mengalami demam tinggi atau suatu kecelakaan. Mimisan tersebut akan segera berhenti dalam waktu singkat. Namun, pada penderita kanker darah, mimisan akan terjadi dalam waktu yang cukup lama dan disertai oleh rasa sakit kepala yang sangat hebat.
 
10. Daya tahan tubuh menurun
 
Jika Anda sering merasa sakit dan mudah terkena penyakit, maka dimungkinkan anda sudah terkena gejala awal kanker darah. Hal ini dikarenakan sel darah putih yang berfungsi menjaga kekebalan tubuh menjadi tidak normal dan tidak sempurna sehingga lemah dalam melawan bakteri atau virus yang menyerang.
 
11. Pendarahan hebat
 
seseorang penderita kanker darah baru dapat di ketahuan jika mereka mengalami luka yang mengeluarkan darah. Pada orang normal, jika dia mengeluarkan darah saat luka, maka darah tersebut akan segera menggumpal dan pendarahan akan segera berhenti dalam wantu yang singkat. Namun, jika terjadi pendarahan pada penderita kanker darah. maka pendarahan tersebut tidak akan mudah berhenti. Jika hal tersebut dibiarkan, pasien dapat mengalami gejala anemia atau kekurangan darah. 
Gejala Kanker Darah atau leukimia

Penyebab Kanker darah atau Leukemia

Penyebab kanker darah tidak dapat diketahui secara pasti. Namun, diduga mutasi DNA dalam sel darah putih menyebebakan perubahan tindakan setiap sel. Selain itu, perubahan dalam sel darah putih akibat faktor gen dan lingkungan juga diperkirakan turut berperan memicu leukemia. Adapun faktor penyebab seseorang menderika kanker darah adalah sebagai berikut:
1. Faktor keturunan
Jika orang tua anda adalah penderita kanker darah atau leukemia maka dapat dimungkinkan anda juga akan terserang penyakit satu ini. Bahkan dalam beberapa kasus akan sulit disembuhkan.
2. Kelainan genetik
kanker darah dapat menyerang seseorang yang terkena sindrom down. Namun biasanya sindrom down ini dapat tertular melalui faktor keturunan
3. Pernah mengalami pengobatan kanker
Jika seseorang pernah melakukan pengobatan penyakit kanker, baik kanker serviks, kanker payudara, kanker kulit, kanker kelenjar getah bening, kanker otak dan beberapa penyakitkanker lainnya. Maka seseorang tersebut akan beresiko terkena penyakit kanker darah. hal ini dikarenakan kemoterapi dan pengobatan radiasi yang digunakan dapat menjadi penyebab seseorang terkena penyakit yang lebih serius. Meskipun demikian hanya sedikit prosentasinya
4. Kelainan darah
Seseorang yang terkena penyakit kanker darah dapat disebabkan oleh kelainan darah. Kelainan tersebut dapat disebut dengan myelodysplastik syndrome. Hal ini dapat diketahui melalui uji lab.
5. Merokok
Jika seseorang adalah perokok aktif maupun pasif maka dia dapat dengan mudah terkena penyakit kanker darah. terutama leukemia mielogen akut. Selain itu, orang yang peroko juga beresiko terkena berbagai penyakit lain.
6. Radiasi tingkat tinggi atau zat kimia berbahaya.
Orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
7. Faktor usia
Orang yang memiliki usia lanjut akan lebih beresiko dibandingkan dengan anak – anak. Karena sistem kekebalan tubuh orang yang lanjut usia sudah menurun. termasuk terkena penyakit kanker darah atau leukemia
8. Berat badan
Jika seseorang memiliki berat badan yang tidak ideal seperti kegemukan atau kekurusan maka mereka akan sangatlah beresiko terkena penyakit kanker darah.
9. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Jika lingkingan segar dan asri maka tubuh kita akan merasa sehat namun jika banyak polusi maka akan berdampak terkena penyakit apapun. termasuk kanker darah.

Cara mencegah Kanker Darah atau Leukemia

Agar anda tidak terkenal penyakit leukemia / kanker darah maka ada baiknya anda melakukan pencegahan. karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Untuk itu, perhatikan cara pencegahan leukemia berikut ini;
1. Rajin berolahraga
Menurut American Cancer Society (ACS), olahraga teratur terbukti mampu mengurangi risiko kanker. termasuk penyakit kanker darah atau leukemia. ACS merekomendasikan minimal 30 menit per hari untuk berolahraga, bisa dilakukan minimal 5 hari per minggu. Ada banyak yang bisa kita lakukan untuk berolahraga ini seperti jalan cepat, jogging, latihan kekuatan, atau berenang.
2. Menghindari Rokok dan alkohol
Merokok selain menyebabkan kanker paru, bisa juga menyebabkan kanker darah dan kanker jenis lain. Selain itu, Anda juga harus menghindari alkohol. karena alkohol sama berbahayanya dengan rokok.
3. Diet
Menjaga berat badan tetap ideal menjadi prioritas utama. karena obesitas merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan Anda terkena kanker. Hindari juga makanan siap saji, karena cukup berbahaya. Konsumsi sayuran dan buah yang segar serta menyehatkan.
4. Menghindari Zat Karsinogenik
Zat karsinogenik adalah zat penyebab kanker, zat ini bisa dihasilkan dari proses pemasakan dengan cara digoreng dan dibakar. Akan jauh lebih baik memasak dengan cara mengukus atau merebus.
5. Deteksi Dini
Untuk mencegah kanker darah juga bisa dilakukan dengan deteksi dini. Hal ini bisa dilakukan dengan sering berkonsultasi ke dokter spesialis darah. Tentu dapat mencegah kanker darah lebih cepat.

Pengobatan Kanker darah atau leukemia

Cara Mengobati Kanker darah atau leukemia
Jenis pengobatan yang akan dijalani oleh penderita kanker darah / leukemia tergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan jenis atau stadium kanker darah yang diidap. Berikut ini adalah metode pengobatan yang umumnya dianjurkan untuk menangani kanker darah, antara lain:
1. Kemoterapi
Melakukan kemoterapi adalah pilihan yang paling umum untuk penderita leukimia / kanker darah. Pengobatan dengan cara kemoterapi dapat menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah.
2. Radioterapi.
Teknik pengobatan radioterapi dengan menggunakan sinar X guna menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker darah. Radioterapi bisa dilakukan hanya di area tertentu yang terserang kanker darah maupun pada seluruh tubuh, hal ini bergantung dari kondisi Anda. Radioterapi juga dapat dilakukan untuk persiapan melakukan transplantasi sel induk.
3. Transplantasi sel induk atau stem cell
Untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak. Maka Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh Anda sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya dilakukan sebagai langkah untuk persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.
  • Terapi terfokus untuk menyerang bagian-bagian rentan dalam sel-sel kanker.
  • Terapi biologis untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel-sel kanker.
4. Pengawasan
Pengawasan diperuntukkan bagi penderita leukemia limfatik kronis. Dalam terapi leukemia ini, pengamatan secara seksama dilakukan untuk melihat perkembangan penyakit. Terapi kanker darah ini juga dapat dilakukan jika seseorang sudah terbukti menderita leukemia limfatik kronis, namun tidak mengalami gejala yang menunjukkan penyakit tersebut.
 
Demikian ulasan singkat seputar Kanker Darah atau leukemia; Gejala, Penyebab, Cara mencegah dan Pengobatannya yang dapat kita sampaikan. Guna dijadikan sebagai sumber informasi buat anda untuk melakukan penanganan terhadap penyakit yang cukup mematikan ini. terimakasih atas kunjungan anda terhadap blog tips hidup sehat dan cantik. Semoga bermanfaat.

Kanker Darah atau Leukemia; Gejala, Penyebab & Pengobatannya!
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Pesan WhatsApp